English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

DAFTAR ISI BLOG

Label:
Recent Posts
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Inilah Penyebab Unjuk Rasa Rusuh dan Dibubarkan

PADANG--Setelah sempat reda dari kerusuhan sekitar dua jam, suasana unjuk rasa mahasiswa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat Kamis (29/3/2012) kembali memanas. Kondisi itu membuat aksi demonstrasi dibubarkan pada pukul 18.30 WIB.

Inilah penyebab mahasiswa rusuh dan dibubarkan aparat keamanan.

Pertama, pasca dibawanya rekan mereka ke dalam gedung DPRD karena kedapatan menyimpan batu dan diduga untuk melempar, para mahasiswa meradang lantaran mereka dibuat lama menunggu.

Pantauan padangkini.com, para mahasiswa membakar ban bekas di jalan raya di depan pagar gedung DPRD sambil berteriak melontarkan tuntutan supaya rekannya dilepas.

Aparat polisi pun memberi peringatan. Karena tak diindahkan, akhirnya pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) memburu mahasiswa dengan senapan gas air mata dan mahasiswa membalas dengan aksi lempar batu. Bukan itu saja, polisi juga mengerahkan satu truk water canon.

Kedua, tidak tercapainya kesepakatan dengan anggota dewan terkait keinginan mahasiswa menduduki gedung DPRD Sumbar sampai sidang paripurna pembahasan Bahan Bakar Minyak (BBM) digelar di DPR RI di Senayan, Sabtu (31/03/2012).

"Tentu saja tidak mungkin. Gedung inikan (Gedung DPRD Sumbar-red) aset negara yang harus dijaga. Kerusuhan tadi saja sudah mengakibatkan tiga ruangan pecah kacanya," ujar Edi Janur, Humas DPRD Sumbar saat dikonfirmasi padangkini.com

Ketiga
, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Sumbar telah mengagendakan sidang paripurna membahas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno selama 2011, Jumat (30/03/2012).

"Anggota dewan menginginkan sidang paripurna besok harus clear dari aksi unjuk rasa di gedung DPRD. Kesepakatan ini yang tidak tercapai dengan mahasiswa sehingga anggota dewan memberi tanggung jawab pengamanan sepenuhnya pada aparat kepolisian," ujar Edi.

Terakhir
, terkait surat pemberitahuan aksi tertulis sampai pukul 17.00 WIB.

"Sudah waktunya dibubarkan. Sesuai surat pemberitahuan mereka bahwa jam segini sudah harus selesai," ujar Kapolresta Padang, Komandan Besar Polisi M Seno Putro.
Sementara kelompok Lingkar Mahasiswa Minangkabau Raya (Limamira) yang berada di dalam pekarangan gedung juga ikut dibubarkan aparat.
Continue Reading...

Senin, 12 Maret 2012

Ajang Pembuktian Kabau Sirah

Laga Semen Padang FC kontra Persija Jakarta di stadion Agus Salim, hari ini (12/3) dipastikan berlangsung ketat. Ellie Aiboy dkk dituntut harus memenangi laga tersebut untuk menjauhi rivalnya Persebaya Surabaya saat ini juga sama-sama mengantongi 16 poin.


Hanya saja, pasukan Bukit Karang Putih sedikit diuntungkan dengan produktivitas 15 gol dibanding Andik Vermansyah cs baru berhasil memproduksi 10 gol hasil sepuluh kali bertanding. Hasil itu membuat Semen Padang menempati posisi runner up klasemen sementara Indonesia Premier League (IPL) musim ini di bawah Persibo Bojonegoro.
”Sebagai tuan rumah jelas kami ingin poin penuh. Karena itu, kami harus betul-betul mempersiapkan mental pemain,” kata pelatih Semen Padang FC Nil Maizar kepada Padang Ekspres, Minggu (11/3).
Saat ini, posisi Kabau Sirah (julukan Semen Padang) di klasemen semakin jauh tertinggal menyusul kemenangan Persibo Bojonegoro 1-0 atas Persebaya Surabaya, Sabtu (10/3). Atas hasil itu, Laskar Angling Dharma (julukan Persibo) kokoh di puncak klasemen dengan 20 poin.
Kondisi itu jelas sedikit memberatkan langkah Edward Wilson Junior cs kembali merebut takhta puncak klasemen sementara IPL musim ini. Jadi, tak salah jika pertarungan tim urang awak melawan Macan Kemayoran (julukan Persija Jakarta) nanti merupakan ajang pembuktian pasukan Nil Maizar sekaligus membalaskan kekalahan 0-1 yang baru saja diterimanya atas Persijap Jepara, Minggu (19/2).
Laga ke-10 Semen Padang nanti dipastikan bakal berlangsung menarik. Soalnya, beranjak dari dua kali pertemuan kedua tim, Hengki Ardiles cs berhasil membungkam Persija Jakarta 1-0 di kandang sendiri pada 26 Oktober 2010 lalu, serta menahan imbang Persija Jakarta 1-1 saat dijamu Persija, di Solo (2/6) lalu.
Kendati begitu, pelatih berusia 42 tahun itu tetap merendah dan mengakui jika lawan yang dihadapinya merupakan tim bagus. Meski Persija bertengger di peringkat ke-10 dengan menyematkan 10 poin hasil 10 kali bertanding.
Anak asuh mantan pilar timnas Garuda II PSSI itu memastikan tetap menjunjung motivasi tinggi menghadapi tim besutan Toyo Haryono, dan membalaskan kekalahan yang diterimanya atas Laskar Kalinyamat (julukan Persijap). Mengingat itu adalah kekalahan perdana yang dialaminya dari sembilan laga yang telah dijalani sejak menapaki kompetisi gagasan Djohar Arifin itu.
Karena itu, anak asuh pelatih asal Payakumbuh itu bertekad bisa membalas tragedi memilukan itu pada laga yang akan dimainkan sekitar pukul 19.00 WIB nanti. ”Kekalahan itu jelas cukup menyakitkan bagi kami. Jadi kami berharap, ke depannya pengalaman buruk itu tidak terulang lagi,” ungkap pelatih berlisensi A AFC itu.
Suksesor Semen Padang di peringkat empat besar super liga musim lalu itu juga membantah ketika ditanya soal kemungkinan pengawalan khusus terhadap Macan Kemayoran nanti. Terpenting, dia bakal mengembalikan kepercayaan seutuhnya kepada pemain. Apalagi tim kelahiran 1980 itu juga telah menyiapkan taktik dan strategi mematangkan jelang melakoni laga ke-10 nanti.
Mantan asisten Arcan Iurie itu mengakui, rentang waktu selama tiga pekan itu dinilai cukup membenahi timnya demi merealiasikan target poin maksimal di laga nanti. ”Kami sudah persiapkan pemain sejak kembali dari Jepara. Tak ada pengawalan khusus, yang terpenting bagaimana para pemain bisa konsentrasi menjalani tugasnya masing-masing,” tegas mantan penggawa Persepak era 80-an itu.
Selain itu, optimistis pelatih beranak dua itu makin bertambah dengan bergabungnya enam pilarnya yang bermain di timnas senior; Ferdinand Alfred Sinaga, Abdurrahman, Hengky Ardiles, Samsidar, Ricky Akbar Ohorella, Putra Syabilul Rasad sejak, Minggu (4/3).
Pelatih kelahiran 1970 ini berharap timnya bisa menuai hasil maksimal pada laga yang akan dimainkan di stadion kebanggaan Minangkabau malam ini. ”Mudah-mudah semua berjalan sesuai keinginan pendukung,” pinta Nil Maizar.
Di bagian lain, Persija Jakarta juga dipastikan tak mau ketinggalan. Bagaimana pun juga, misi tiga poin dipastikan menjadi harga mati bagi tim. Maklum perjalanan ke Ranah Minang cukup jauh dan menguras energi dan biaya.
Karena itu, mereka tak ingin kembali ke kampung halamannya dengan tangan kosong. ”Kami datang dari jauh bukan untuk kalah, tapi bagaimana caranya kami bisa membawa poin penuh kembali ke Jakarta,” terang asisten pelatih Macan Kemayoran, Toyo Haryono.
Dengan berkekuatan 18 pemain, Danillo Fernando cs juga menyatakan kesiapannya memberikan perlawanan terhadap tuan rumah. Meski diakui, Toyo Haryono akan tampil sebagai pengatur instruksi di pinggir lapangan selama pertandingan nanti.
Ini setelah pelatih kepala Jaya Hatono mengundurkan diri sejak 1 Maret lalu atas alasan kesehatan
Continue Reading...

Senin, 16 Januari 2012

600 Ribu Guru tak Naik Pangkat : Memicu Makelar Angka Kredit Fiktif

600 Ribu Guru tak Naik Pangkat : Memicu Makelar Angka Kredit Fiktif


Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGR) semakin geram dengan kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Sebelumnya, mereka memprotes penerapan uji kompetensi untuk program sertifikasi guru. Kini, mereka mempersoalkan 600 ribu usulan kenaikan pangkat guru yang tertahan di Kemendikbud.

Ketua Umum PB PGRI Sulistyo kemarin (15/1) menuturkan, 600 ribu usulan kenaikan pangkat guru yang tertahan ini untuk golongan IV-A ke atas.

Sulistyo menuturkan, dengan tertahannya usulan kenaikan pangkat ini pihaknya mengimbau seluruh guru yang sudah terlanjur mengirimkan usulan kenaikan pangkat untuk bersabar. Dia memperkirakan, usulan kenaikan yang tertahan ini mulai masuk sejak dekade 80-an.

”Sabar bukan berarti kalah. Tetapi mengalah untuk menang,” ucapnya. Meski sampai sekarang belum ada keterangan resmi kapan usulan ini akan diproses, Sulityo meminta para guru untuk tidak mudah dihasut.
Apalagi sampai menggelar protes yang berlebihan. Pada intinya, Sulistyo mensinyalir jika sistem pembinaan guru saat ini kurang bersahabat dengan guru.

Sulistyo berjanji akan terus mendesak Kemendikbud untuk segera menyelesaikan permohonan kenaikan pangkat tadi. Dia menjelaskan, di kantor Kemendikbud dokumen usulan kenaikan pangkat ini ditumpuk berserakan. Kasus yang terjadi adalah, usulan satu belum dituntaskan, sudah masuk lagi puluhan usulan kenaikan pangkat yang baru lagi.

Sulistyo memperkirakan, tertahannya usulan kenaikan pangkat ini disebabkan sistem penetapan angka kredit yang tidak rapi. Dia menjelaskan, saat ini ada perkembangan baru yaitu para guru yang ingin naik pangkat dari 4-a ke 4-b wajib mengumpulkan 12 poin angka kredit dari unsur pengembangan profesi.

Unsur pengembangan profesi ini di antaranya adalah, guru wajib menulis karya ilmiah, membuat media pendidikan, menciptakan alat peraga pendidikan, menyelenggarakan seni pertunjukan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan, serta pengembangan kurikulum.
Menurut Sulistyo dari seluruh item mengeruk angka kredit dalam unsur pengembangan profesi tadi yang paling memungkinkan dilakukan guru adalah penulisan karya ilmiah. Untuk item yang lainnya, kata Sulistyo, tidak tersedianya buku panduan atau pedoman.

Analisa Sulistyo, memasuki pergantian 2012-2013 nanti bakal semakin banyak usulan kenaikan pangkat guru yang tertahan. Sebab, per Januari 2013 nanti, mulai diberlakukan Permen PAN dan RB 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Dalam peraturan ini, ketentuan penetapan kredit poin yang baru juga diterapkan untuk guru golongan III-a.

Menurut Sulistyo, sulitnya aturan kenaikan pangkat ini berdampak negatif. Yaitu, munculnya makelar kredit poin palsu. Kasus ini ini terjadi di Pekanbaru, Batam, dan Yogyakarta. Rata-rata, satu paket angka poin dihargai mulai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.
Namun, para guru yang nekat menggunakan jasa makelar kredit poin palsu ini tidan untung, malah justru bunting. ”Ada guru yang ketahuan angka kreditnya palsu, pangkatnya diturunkan,” ucap Sulistyo.

Untuk itu, Sulistyo berharap para guru menggunakan cara yang wajar untuk mendapatkan angka kredit poin untuk kenaikan pangkat. Dia memperkirakan, jika aturan kredit poin itu berpotensi memunculkan fenomena guru-guru mentok di golongan 3-b saja. Fenomena ini tentu akan berpengaruh pada gaji pokok dan tunjangan pension para guru.

Februari Uji Kompetensi
Di sisi lain, Kemendikbud pada Februari 2012 mendatang akan mulai menggelar ujian kompetensi bagi para guru, yang merupakan bagian dari proses sertifikasi guru. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidik dan Peningkatan Mutu Pendidikan (BP SDMP-PMP), Syawal Gultom di Jakarta, Minggu (15/1).
Menurutnya, uji kompetensi ini akan tetap dilakukan meskipun banyak pihak yang menolak tentang pelaksanaan uji kompetensi guru ini. ”Diperkirakan mulai pada Februari. Tapi saya belum tahun tanggal pastinya, karena tergantung dari daftar isian penggunaan anggaran (DIPA)-nya. Kita akan menguji dari sisi aspek pedagogiknya. Bagaimana merancang materi tersebut, apakah cukup kreatif dan mampu diterima oleh para siswanya,” terangnya.

Mantan Rektor Unimed ini menerangkan, uji kompetensi yang digelar oleh pemerintah ini sesuai amanat UU. Dalam hal ini, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 250 ribu orang. Sedangkan yang mengikuti proses sertifikasi sebanyak 300 ribu orang. ”Ini kan sudah sangat fair. Jika tidak lulus di tahun ini, maka bisa mengikuti seleksi sertifikasi guru di tahun berikutnya,” imbuhnya.

Selain itu, kata Syawal, kinerja para guru-guru yang sudah memperoleh sertifikat profesi guru saat ini, juga akan dievaluasi pemerintah di 2013 mendatang. Ini untuk menilai dan mengukur stabilitas tingkat kompetensi guru selama menjalani tugasnya selama ini. ”Selama ini, setelah memperoleh sertifikat, para guru tidak dievaluasi kinerjanya.
Padahal pemerintah terus menerus memberikan tunjangan profesi. Guru sendiri kan yang menuntut harus menjadi profesi. Masa pemerintah hanya dituntut peningkatan tunjangan, tapi guru tidak mau diukur kinerjanya?” ungkap Syawal..

Secara teknis, terang Syawal, proses evaluasi kinerja ini dilakukan dengan cara observasi. Khususnya melihat bagaimana cara guru yang bersangkutan mengajar, bagaimana menjelaskan materi di kelas, bagaimana metodelogi pengajarannya, dan sebagainya. ”Yang melakukan observasi itu adalah kepala sekolah dan pengawas atau tim penilai (assesor),” ujarnya.

Saat ini, katanya, ada sebanyak 320 ribu assesor di seluruh Indonesia yang siap bertugas untuk menilai kinerja guru. Rasionya, satu assesor akan menilai tujuh orang guru. ”Jika hasil penilaian kinerja guru tersebut menunjukkan penurunan, maka para guru akan wajib mengikuti pembinaan. Jangan langsung dibinasakan, tetapi harus dilatih dulu,” jelasnya.

Jumlah guru SD negeri dan swasta di Sumbar tercatat lebih dari 44.561 orang, guru SMP lebih dari 16.616 orang dan guru SMA 10.512 orang lebih serta guru SMK sebanyak 6.140 orang lebih.
Namun, dari jumlah tersebut belum diketahui berapa jumlah yang bermasalah kenaikan pangkatnya.
Sementara itu data guru yang lulus sertifikasi tahun 2011 di Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Induk Universitas Negeri Padang (UNP) mencapai 96,27 persen dari 10.998 peserta yang ikut atau 10.588 guru. Dari jumlah tersebut, guru asal Sumbar sebanyak 10.039 orang. Selebihnya dari Jambi, Riau, Bengkulu, dan Aceh.

Untuk tahun ini, kuota sertifikasi guru di Sumbar mencapai 8.066 orang guru dengan syarat mengikuti uji kompetensi secara online. Secara basional, uji kompetensi Februari nanti akan diikuti sekitar 300.000 orang, sedangkan kuota lulus hanya sebanyak 250.000 guru. Bagi yang tidak lulus, boleh ikut serta lagi pada tahun berikut depan.
Continue Reading...

Kamis, 29 Desember 2011

Panser "Anoa" Pindad Makin Gahar

Embargo alat utama sistem senjata (alutsista) TNI oleh Amerika Serikat memompa Indonesia untuk mampu memproduksi alutsista produk sendiri. PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad), perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial, membuktikan itu. Pabrik senjata satu-satunya di Asia Tenggara, itu kni memiliki sejumlah produk unggulan. Satu di antaranya adalah Panser Anoa 6x6.

Anoa adalah kendaraan tempur pengangkut personel serba guna (Armored Personnel Carrier/APC) 6x6 Anoa. Kendaraan lapis baja itu memiliki sistem penggerak roda simetris yang dirancang khusus untuk TNI AD, khususnya kavaleri.

Panser itu dapat mengangkut 10 personel dengan tiga kru, satu komandan, dan satu "gunner" yang berada di atap. Panser itu juga dilengkapi dengan "mounting" senjata cal. 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat.

Nama Anoa sendiri diambil dari nama hewan Anoa yang hidup di Pulau Sulawesi. Anoa menggunakan badan berdesain monocoque berlapis baja. Sistem suspensi batang torsi baru dikembangkan untuk panser ini. Mesin dan transmisi menggunakan produk Renault dari Prancis. Panser Anoa berkekuatan 320 tenaga kuda dengan mesin 7.000 cc.

Diproduksi sejak 2003, panser itu sudah dipakai pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Panser itu mampu melaju hingga 90 kilometer per jam. Anoa tercepat di kelasnya. Hanya butuh delapan detik bagi Anoa untuk berakselerasi dari nol hingga 60 kilometer per jam. Bobot 12 ton tidak menghambat Anoa bergerak lincah di segala medan.

Anoa mampu melompati parit selebar 1 meter,  melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat dan melintasi aneka rintangan. Suspensinya juga terbilang empuk jenis independent modular dan torsion bar. Selain itu, sistem navigasi generasi terbaru ditambah alat komunikasi anti-jamming melengkapi interior panser ini. Anoa berbelok dengan menggerakkan sepasang roda depan dan sepasang roda tengah. Walau dengan ban terkoyak peluru sekalipun, Anoa masih bisa bergerak sejauh 80 kilometer.

Tubuh panser tidak bisa dibentuk dari sembarang baja. Anoa menggunakan baja khusus setebal 10 milimeter, kebal dari sebagian besar peluru. Tak hanya itu, Anoa kedap air sehingga mampu menyeberangi sungai. Persenjataan yang sudah terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Granade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri.

Menurut catatan dari laman indonesiaproud, selain Malaysia, Timor Leste, Nepal, dan Afrika Selatan juga sudah memesan panser yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh ahli-ahli Indonesia. Pesanan terbanyak datang dari Kerajaan Oman sebanyak 200 unit. Sementara, Nepal memesan 30 unit. Sampai kini, Chile dan Portugal masih melakukan negosiasi pemesanan.

Dengan kehadiran Anoa, PT Pindad telah mengukuhkan bahwa Indonesia sebagai penghasil panser terbaik di kawasan Asia Tenggara. Tidak itu saja. Hasil dari Pindad juga antara lain adala senapan serbu yang sangat baik bersetandar NATO, seperti SS1 dan SS2 yang menjadi senapan standar TNI. Peluru buatan Pindad pun laris di pasar dunia. Tak tanggung-tanggung, Amerika Serikat pun pernah memesan 10 juta peluru untuk memenuhi kebutuhan tentaranya
Continue Reading...

Oto Melara 76 mm : Meriam Reaksi Cepat TNI-AL

KRI Karel Satsuit Tubun 356 - salah satu fregat kelas Van Spijk TNI-AL yang dibekali meriam Oto Melara
Meriam Oto Melara 76 mm terhitung sebagai meriam yang banyak di gunakan sebagai meriam utama di berbagai jenis pada kapal perang, meriam yang di produksi oleh perusahaan Otobreda Italia ini walaupun mempunyai kaliber yang tidak begitu besar namun bisa diandalkan, sehingga banyak dipercaya oleh produsen kapal perang di dunia untuk di pasang di atas kapal perang produksi mereka, mulai dari jenis kapal patroli, korvet hingga fregat.






Meriam Oto Melara 76 mm ini mampu menembak dengan kecepatan tinggi (rapid fire) sehingga cocok untuk digunakan sebagai meriam penangkis serangan udara, baik berupa peluru kendali maupun pesawat terbang dan helikopter. Dengan kaliber sebesar 76 mm, juga mampu digunakan sebagai meriam anti kapal permukaan, amunisi yang di pakai meriam ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah jenis amunisi armour piercing, incendiary, directed fragmentation dan lain-lain, sedang untuk jarak tembak tergantung pada sudut tembakan dan material amunisi yang di gunakan, namun secara umum jarak tembak bisa mencapai antara 5.000 meter hingga 20.000 meter.
Otobreda sebagai pabrikan Oto Melara 76 mm, juga mengeluarkan produk Meriam 76 mm dengan kubah anti radar sejak beberapa tahun yang lalu, untuk saat ini salah satu kapal yang sudah menggunakan kubah stealth dari Otobreda adalah kapal perang dari jenis fregat kelas Fridtjof Nansen milik Angkatan Laut Norwegia.
Sedang untuk penggunaan Meriam Oto Melara 76 mm dengan kubah standar TNI AL tercatat sebagai salah satu penggunanya, meriam ini dapat kita jumpai pada empat korvet SIGMA yang baru saja datang ke Indonesia. Tapi jauh-jauh hari sebelumnya, Oto Melara juga sudah menjadi standar persenjataan pada enam fregat TNI-AL kelas Van Spijk yang dibeli bekas dari Angkatan Luat Belanda pada tahun 90-an. Jadi Oto Melara bukan sesuatu yang baru lagi, dan teknologinya sudah dikuasai penuh oleh TNI-AL.
Namun Indonesia bukan yang pertama untuk kawasan Asia Tenggara sebelumnya sudah ada Malaysia dan Thailand yang telah menggunakannya terlebih dahulu. Tidak dapat di sangkal lagi, Meriam Oto Melara 76 mm merupakan meriam yang banyak di minati oleh angkatan laut dunia, lebih kurang 53 Angkatan Laut telah menggunakan meriam jenis ini.
Sekedar informasi, sejak september 2006 lalu Iran telah mengumumkan produksi masal meriam yang di beri nama Fajr 27, yang tak lain dan tak bukan merupakan hasil reverse-engineered meriam Oto Melara 76 mm ini, yang jadi pertanyaan iseng adalah… kapan giliran indonesia bikin reverse-engineered meriam ini? (dikutip dari www.tniad.mil.id)
Tipe : Naval gun
Negara pembuat : Italy
Weight 7500 kg (without ammunition)
12.34 kg (complete round)
Shell 76 mm × 900mm (complete round)
Caliber 62 caliber 76 mm
Elevation -15°/+85°
speed:35°/s (acceleration: 72°/s²)
Traverse 360°
speed: 60°/s (acceleration: 72°/s²)
Rate of fire Compact: 85 round/min
Super Rapid: 120 round/min
Muzzle velocity 925 m/s
Maximum range Compact: 20,000 m (HE round at 45°)
Super Rapid: 30,000 m (HE round at 45°)
Feed system Magazine: Compact: 80 ready rounds on gun mount
Super Rapid: 85 ready rounds on gun mount

Continue Reading...

7 Pesawat Indonesia (Komersial dan Tempur) di Era Modern

Di bidang penguasaan teknologi pesawat terbang, Indonesia telah terkenal sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri. Walaupun di bidang pemasaran produksi pesawatnya sendiri harus kita akui kita masih kalah bila dibandingkan dengan Brazil, yang mengembangkan EMBRAER dan memasarkannya ke seluruh dunia.

Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, beberapa negara mulai mengalihkan perhatiannya ke pesawat buatan Indonesia, sebut saja Malaysia, Pakistan, UAE, Philipina, dan Korea Utara, serta beberapa negara lainnya. CN-235 tampaknya akan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas di beberapa tahun kedepan setelah lebih banyak negara yang sadar akan kehandalannya. Malaysia sendiri berencana memesan 4 pesawat tambahan untuk menambah jumlah pesawat CN-235 yang sudah mereka miliki.

Apalagi dengan kejadian jatuhnya pesawat MA-60 milik PT Merpati Nusantara Airlines buatan Xi’an Aircraft International Company semakin menuai opini : " Kenapa kita tidak menggunakan pesawat produksi dalam negeri saja ? ". Padahal banyak laporan yang melansir bahwa harga pesawat China malahan terlalu mahal dibanding produksi dalam negeri, apalagi ditambah kualitas barang yang patut dipertanyakan, bahkan ada isu yang berkembang bahwa pembelian pesawat China tersebut dibumbui unsur KKN (perlu dicheck ulang kontraknya ?, itu pun perkataan banyak media massa).

Nah, sebetulnya untuk kelas pesawat yang sama, PT. DI sendiri juga telah memiliki jenis pesawat CN 235 yang kompetitif, sudah teruji kehandalannya dan terpakai oleh beberapa negara dunia, termasuk diantaranya Amerika. Apalagi dengan bebagai prototipe yang lain yang dahulu maupun yang akan datang telah dikembangkan. Terlepas dari unsur politik dan kebijakan, perlu kita ketahui pesawat-pesawat buatan Indonesia yang saat ini tengah dipasarkan dan dikembangkan karena masih berupa prototype yang sudah lulus uji aerodinamika.
1. Pesawat N-2130



N-2130 adalah tipe pesawat jet yang hendak dikembangkan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada masa jaya perusahaan tersebut di pertengahan 1990-an. Pengembangan pesawat jet komuter dengan jumlah penumpang antara 80–130 orang itu mungkin terinspirasi pesawat yang dikembangkan perusahaan pesawat terbang Brasil,Embraer. Bedanya, Embraer sekarang ini menghasilkan pesawat Embraer Regional Jet (ERJ) yang banyak digunakan perusahaan penerbangan Amerika Serikat (AS), terutama untuk shuttle flight pada jalur-jalur padat Boston, New York, Washington DC, dan Miami.

Adapun N-2130 ternyata hanya menjadi mimpi karena terkubur krisis moneter 1998. Sebagai rentetan krisis tersebut, pemerintah harus menghentikan bantuan kepada IPTN sebagai bagian kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Hari ini, lebih dari 10 tahun sejak krisis moneter, kita berada pada posisi yang jauh lebih baik dan siap untuk menghidupkan kembali proyek tersebut.

Ada beberapa alasan kuat untuk itu. Pertama, Indonesia sudah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Dalam krisis global baru-baru ini, Indonesia berhasil untuk tetap menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang moderat bersama China dan India. Perkembangan tersebut membuat Indonesia masuk dalam radar perekonomian global.

Ini berarti apa yang diproduksi Indonesia mulai diperhitungkan perusahaan penerbangan di luar negeri. Kedua, perkembangan tersebut juga memperkuat daya beli rakyat dan dunia usaha Indonesia. Jika 12 tahun lalu hanya Garuda dan Merpati yang menjadi perusahaan penerbangan nasional, sekarang banyak perusahaan penerbangan yang mampu membeli pesawat dalam jumlah besar.


Perkembangan traffic dan jumlah penumpang pesawat terbang melonjak sehingga sangat layak jika industri pembuat pesawat terbang akan kecipratan berkah di tahun-tahun mendatang, menurut perkiraan Compliance Services Indonesia. Ketiga, dalam keadaan terjepit pun PT IPTN, yang kini bermetamorfosis menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), mampu memasarkan produk ke pelanggan di luar negeri. Korea Selatan sudah membeli beberapa pesawat CN 235, termasuk empat di antaranya yang merupakan pesanan Departemen Pertahanan Korea Selatan untuk patroli maritim.

Demikian juga dengan Malaysia, Thailand,Pakistan,dan Turki. Korea Selatan, Malaysia, dan Pakistan bahkan telah membeli pesawat jenis CN 235 untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan. Keempat, PT DI pada 2009 mulai berhasil mencetak laba. Perolehan pendapatan tersebut diperkirakan semakin besar pada 2010 dengan adanya pesanan 10 helikopter untuk Angkatan Udara dan Basarnas serta pesanan tiga pesawat CN 235–200 MPA untuk menggantikan pesawat Nomad Angkatan Laut Indonesia.

Ini membuktikan restrukturisasi perusahaan tersebut mulai berhasil dalam meningkatkan efisiensi. Kelima, Indonesia sudah lulus dari program IMF. Ini berarti Indonesia memiliki kebebasan penuh untuk mengembangkan kembali cita-cita. Saya yang pernah bekerja di IMF selama lima tahun sangat memahami bahwa tidak ada dari lembaga internasional tersebut yang dapat mencegah kita melakukan hal tersebut.

Keenam, kemampuan keuangan pemerintah.Keuangan pemerintah sekarang sangat kuat. Kecilnya defisit APBN maupun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) merupakan ukuran internasional yang menunjukkan kekuatan kita. (Tulisan saya pekan lalu,“Utang Pemerintah dalam Perekonomian Global”, menjelaskan hal tersebut). Sekarang ini pemerintah memiliki uang tunai yang jumlahnya sekitar Rp200 triliun. Uang tersebut setiap kali justru semakin bertambah dan bukannya berkurang.

Untuk pengembangan N–2130, pemerintah perlu memastikan keekonomiannya dan sangat mungkin memberikan bantuan. Terlebih lagi jika PT DI mampu menunjukkan laba kembali dalam dua tahun ke depan, bukan hanya perbankan yang akan berebut untuk memberikan pembiayaan, pasar modal pun akan terbuka lebar untuk menerima penawaran saham perdana (IPO) PT DI. Ketujuh, alasan idealisme.

Begitu banyak tenaga ahli penerbangan Indonesia eks IPTN yang sekarang ini berdiaspora di luar negeri. Mereka mampu mengembangkan keahliannya dan diakui oleh raksasa industri penerbangan di Amerika, Eropa maupun negara-negara lain, sedangkan kesempatan untuk mengembangkan industri di Tanah Air sebetulnya juga terbuka lebar. Berdasarkan hal-hal tersebut, yang daftarnya juga bisa diperpanjang, merupakan suatu kesia-siaan membiarkan PT DI berjuang sendiri.

Sebagai perusahaan, dengan keuntungan yang dihasilkan saat ini,mereka jelas akan mampu berkembang. Namun kecepatan pertumbuhan mereka akan sangat rendah tanpa ada keberpihakan pemerintah. Pemerintah dapat mulai membantu PT DI dengan menghidupkan kembali pesawat N250 yang sudah menghasilkan prototipe, bahkan sudah pula hadir dalamAir Show di Eropa sebelum krisis moneter 1998.

Pesawat yang sekelas dengan ATR 42 dan salah satu varian dari Embraer tersebut memiliki potensi yang sangat besar bagi penggunaannya di Indonesia yang memiliki banyak bandara berlandasan pendek. Seiring pengembangan N250, riset dan pengembangan produk pesawat N-2130 mulai dapat diintensifkan.

Dengan kerangka waktu lebih tertata, kita bisa mengharapkan bahwa dalam tiga-empat tahun ke depan, kita sudah memiliki gambaran untuk melihat prospek yang lebih jelas bagi pesawat tersebut. Visi 2025 pemerintah jelas, yaitu menginginkan Indonesia menjadi negara maju di tahun tersebut. Let’s just do it. Marilah kita mengisi visi tersebut dengan segenap kemampuan kita. Jika Brasil bisa, kenapa kita tidak?
2. Pesawat N-250



Prototipe pesawat N250 sendiri pernah terbang menuju Le Bourget Perancis untuk mengikuti Paris Air Show. Penampilan perdana pesawat N250 tersebut menggetarkan lawan-lawannya, karena merupakan pesawat yang menggunakan teknologi fly by wire yang pertama dikelasnya. Pada saat tersebut (dan juga sekarang) pesawat sekelas adalah ATR 42 yang merupakan produksi pabrik pesawat Prancis ATR, Fokker F50, produksi pabrik pesawat Fokker Belanda dan Dash 8, produksi pabrik pesawat De Havilland (sekarang Bombardier) dari Kanada.

Pesawat N250 murni merupakan rancang bangun anak bangsa. Setelah melewati fase-fase yang panjang sejak didirikannya tahun 1976, PTDI awalnya membuat pesawat dan helikopter dengan lisensi dari perusahaan pesawat lainnya. Pesawat C212 merupakan pesawat lisensi dari Casa Spanyol yang juga di buat di PTDI, kemudian pengembangan dari pesawat tersebut adalah NC212. Tahapan berikutnya adalah memproduksi pesawat komersial yang lebih besar yang rancang bangunnya kerjasama dengan Casa Spanyol yaitu pesawat CN-235 (bermesin 2 dan berpenumpang 35). Pesawat CN235 diberi nama Tetuko, tokoh dalam pewayangan.

N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN atau PT. DI sekarang. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Pesawat ini diberi nama gatotkoco (Gatotkaca).

Dan tahapan berikutnya adalah pesawat terbang N250 Gatot Koco yang murni merupakan rancang bangun dari PTDI. Pesawat N250 dirancang mempunyai kapasitas penumpang 50 orang. Kapasitas penumpang berkisar 50 memang diprediksi akan menguasai pangsa pasar pesawat komersial. Diprediksi waktu itu, kebutuhan pasar atas pesawat komersial antara 2000 – 2020 sekitar 8000 pesawat, dan diperkirakan 45% adalah pesawat sekelas N250.

Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.
3. Pesawat CN-235



CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan. CN-235 adalah sebuah pesawat angkut turboprop kelas menengah bermesin dua. Pesawat ini dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol. Pesawat CN-235, saat ini menjadi pesawat paling sukses pemasarannya dikelasnya.
Desain & Pengembangan

CN-235 diluncurkan sebagai kerja sama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerja sama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.

Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purnarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988. Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, yaitu C-295
Versi Militernya Digunakan di Banyak Negara

Ternyata, versi militer CN 235 banyak diminati dan diekspor ke negara lain, yaitu :
  1. Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
  2. Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
  3. Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
  4. Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
  5. Botswana: Angkatan Udara Botswana
  6. Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
  7. Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
  8. Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
  9. Gabon: Angkatan Udara Gabon
  10. Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
  11. Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
  12. Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
  13. Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
  14. Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
  15. Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
  16. Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
  17. Panama: Angkatan Udara Panama
  18. Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
  19. Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
  20. Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
  21. Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
  22. Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)

Disegani ?

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak dan hanya jadi mainannya BJ Habibie lalu mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati.

Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 MPA terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya di dunia. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 MPA ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
4. Pesawat N-219



N-219 adalah pesawat generasi baru, yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan multi sejati multi misi dan tujuan di daerah-daerah terpencil. N-219 menggabungkan teknologi sistem pesawat yang paling modern dan canggih dengan mencoba dan terbukti semua logam konstruksi pesawat terbang. N-219 memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel efisiensi sistem yang akan digunakan dalam misi multi transportasi penumpang dan kargo. N-219 akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin pada bulan Maret 2010 nanti. Pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada kostumer pertamanya untuk diterbangkan sekira tiga tahun atau empat tahun lagi. N-219 merupakan pengembangan dari NC-212.

Spesifikasi :
  • Multi Purpose, dapat dikonfigurasi ulang
  • 19 Penumpang, tiga sejajar
  • Campuran kargo penumpang
  • Kinerja STOL
  • Biaya operasional rendah

Saat ini, penerbangan perintis di beberapa wilayah Nusantara seperti Papua masih menggunakan pesawat-pesawat produksi lama, seperti Twin Otter. Beberapa unit yang ada telah tidak layak pakai sehingga diperlukan pesawat yang lebih modern.

Karenanya, sejak tahun 2006, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengembangkan pesawat N219 berkapasitas 19 orang untuk menggantikan peran pesawat perintis yang ada sekarang. Saat ini, uji aerodinamika pesawat tersebut telah dituntaskan.

Agar tidak mengalami kegagalan seperti pesawat CN 250, pihak PT DI akan memproduksi pesawat berdasarkan order. "Kedepannya akan buat 25 unit dulu dan mengupayakan seluruhnya terjual dahulu.

Pembuatan sejumlah unit memerlukan dana sekitar Rp 1 triliun. Jumlah ini menurut Andi cukup minim untuk membuat pesawat. Ia menargetkan, sejumlah pesawat akan dibeli oleh pemerintah daerah.

Andi juga mengatakan, spesifikasi pesawat N219 dirancang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Pesawat ini mampu mendarat di landasan yang pendek sehingga bisa diaplikasikan di wilayah terpencil dengan lahan terbatas.

"Pesawat ini juga dirancang bisa membawa bahan bakar tambahan. Kita menyadari bahwa tidak setiap daerah memiliki tempat pengisian bahan bakar," hal ini merupakan kelebihan pesawat N219.

Pengembangan pesawat ini didasarkan pada karakteristik geografis Indonesia. "Kondisi geografis kita berbeda dengan negara lain yang harus punya solusi sendiri".

Pengembangan pesawat kecil ini diharapkan mampu menjangkau wilayah terpencil sangat pas. "Banyak wilayah Indonesia yang tak mudah dijangkau dengan transportasi darat. Pesawat perintis bisa menjadi solusi ".

Pesawat N219 memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke daerah-daerah seperti Sumatera dan Papua. Pesawat ini juga ditargetkan bisa dipasarkan ke negara lain yang masih membutuhkan, misalnya negara-negara di Afrika.
5. Pesawat NC-212



NC-212 Aviocar adalah sebuah pesawat berukuran sedang bermesin turboprop yang dirancang dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan sipil dan militer. Pesawat jenis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2008, EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung. PT. Dirgantara Indonesia adalah satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.

Pesawat Casa NC 212-200 yang digunakan dalam operasional hujan buatan dilengkapi dengan Weather Radar (Radar Cuaca) dan Global Positioning System (GPS). Radar Cuaca diperlukan untuk mengidentifikasi sifat internal dan dinamika awan yang akan disemai, sehingga sangat membantu untuk menentukan awan mana yang akan dijadikan sebagai sasaran penyemaian sekaligus sebagai panduan safety penerbangan untuk pesawat menghindari zona berbahaya di sekitar awan. GPS diperlukan untuk merekam dan mencatat posisi dan track pesawat, sehingga memberi penjelasan tempat dilakukannya eksekusi penyemaian awan.
6. Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle



Anda pasti berfikir, dengan semua kapasitas dan teknologi yang dimiliki Indonesia, kenapa sampai sekarang Indonesia belum membuat Jet tempur ?

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akhirnya siap berkerja sama dengan Korea Selatan mengerjakan proyek pengembangan model pesawat tempur senilai US$8 miliar yang ditawarkan pemerintah negara tersebut kepada Indonesia.

Kalau memproduksi sendiri (pesawat tempur) belum bisa, tetapi kalau bergabung dengan Korea Selatan bisa terlaksana. PT DI memiliki pengalaman dalam bidang kualifikasi dan sertifikasi dalam memproduksi pesawat-pesawat yang berkecepatan rendah seperti CN-235. Sementara itu, Korea Selatan berpengalaman dalam memproduksi pesawat berkecepatan tinggi atau melebihi kecepatan suara (1 mach) T-50 Golden Eagle.

T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea. Dikembangkan oleh Korean Aerospace Industries dengan bantuan Lockheed Martin. Program ini juga melahirkan A-50, atau T-50 LIFT, sebagai varian serang ringan.

Walaupun militer Amerika Serikat tidak ada rencana untuk membeli pesawat ini, tapi penamaan militer amerika secara resmi diminta untuk pesawat ini guna menghindari konflik penamaan dikemudian hari.

Program T/A-50 dimaksudkan sebagai pengganti dari berbagai pesawat latih dan serang ringan. Ini termasuk T-38 dan F-5B untuk pelatihan dan Cessna A-37BClose Air Support; yang dioperasikan AU Republik Korea. Program ini pada awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih secara mandiri yang mampu mencapai kecepatan supersonik untuk melatih dan mempersiapkan pilot bagi pesawat KF-16 (F-16 versi Korea). T-50 mmembuat Korea Selatan menjadi negara ke-12 yang mampu memproduksi sebuah pesawat tempur jet yang utuh. Beberapa produk korea lainnya adalah KT-1 produk Samsung Aerospace (sekarang bagian dari KAI), dan produk lisensi KF-16. Sebagian besar sistem utama dan teknologinya disediakan oleh Lockheed Martin, secara umum bisa disebut T/A-50 mempunyai konfigurasi yang mirip dengan KF-16.

Pengembangan pasawat ini 13% dibiayai oleh Lockheed Martin, 17% oleh Korea Aerospace Industries, dan 70% oleh pemerintah Korea Selatan. KAI dan Lockheed Martin saat ini melakukan program kerjasama untuk memasarkan T-50 untuk pasar internasional.

Program induknya, dengan nama kode KTX-2, dimulai pada 1992, tapi Departemen Keuangan dan Ekonomi menunda program KTX-2 pada 1995 karena alasan finansial. With the initial design of the aircraft, in 1999. It was renamed T-50 Golden Eagle in February 2000, with the final assembly of the first T-50 taking place between 15 January, 2001. Penerbangan pertama T-50 terjadi pada Agustus 2002, dan pengujian tugas operasional pertama mulai Juli 28 sampai 14 Agustus, 2003. Angkatan Udara Korsel menandatangani kontrak produksi untuk 25 T-50 pada Desember 2003, dan pengiriman dijadwalkan pada 2005 sampai 2009.

Varian lain dari T-50 Golden Eagle termasuk pesawat serang ringan A-50, dan pesawat yang lebih canggih FA-50. The A-50 variant is an armed version of the T-50 as a stable platform for both free-fall and precision-guided weapons. FA-50 is an A-50 modified with an AESA radar and a tactical datalink which are not yet specified. As part of the A-37 retirement-out program to be completed by 2015, sixty A-50's will be in service for the South Korean air force by 2011.
7. Pesawat Tempur KFX
(Korea Fighter Experimental)



Pesawat jet tempur KFX sendiri sebetulnya merupakan proyek lama Republic of Korea Air Force (ROKAF) yang baru bisa terlaksana sekarang. Proyek ini digagas presiden Korea Kim Dae Jung pada bulan Maret 2001 untuk menggantikan pesawat-pesawat yang lebih tua seperti F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger. Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi untuk memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, sistim avionic yang lebih baik serta kemampuan anti radar (stealth).

Pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sejumlah industri dirgantara negara itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persennya .pemerintah Indonesia 20 persen dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebih F-16 ini dan 100 pesawat untuk korea. Total biaya pengembangan selama 10 tahun untuk membuat prototype pesawat itu diperkirakan menghabiskan dana 6 miliar US Dollar.Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dana US$1,2 miliar.

penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia-Korsel itu sudah dilakukan pada 15 Juli 2010 yang lalu di Seoul-Korea Selatan. Diharapkan pada tahun 2020 Sudah Ada Regenerasi Pesawat Tempur untuk kedua pihak

Spesifikasi KFX sebagai berikut :

Crew : 1
Thrust : about 52,000lbs (F414 class x 2)
Max Speed : about Mach 1.8

Armament :
  • M61 Vulcan
  • AIM-9X class short-range AAM(AIM-9X class) (indigenous, under development)
  • AIM-120 class beyond visual range AAM (not specified yet)
  • 500lbs SDB class guided bomb|KGGB (indigenous)
  • JCM class guided short range AGM (indigenous, under development)
  • SSM-760K Haeseong ASM (indigenous)
  • Boramae ALCM (indigenous, under development), or Taurus class ALCM
  • Supersonic ALCM (based on Yakhont technology) (indigenous, under development)

Mengapa PT DI tidak membuat sendiri ?

Membuat pesawat tempur jauh lebih kompleks daripada membuat pesawat penumpang karena ada tambahan sistem dalam sebuah pesawat tempur yaitu sistem kontrol senjata pada sistem avioniknya, disamping sistem mesin pendorong, sistem radar, dan struktur pesawat yang harus dirancang lebih kuat namun tetap lincah bermanuver di udara.

Pesawat tempur KFX ini dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti harus mempunyai 6 kemampuan yaitu :
  1. Kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).
  2. Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.
  3. Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.
  4. Kemampuan untuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.
  5. Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range
  6. Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth

Jadi bisa dibayangkan seandainya PT. Dirgantara Indonesia dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur ini maka akan ada penguasaan teknologi kedirgantaraan baru paling tidak untuk pembuatan 50 pesawat tempur KFX yang akan dibeli Pemerintah Indonesia nantinya dari keikutsertaannya membiayai proyek ini. Penguasaan teknologi baru di bidang pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 ini dapat menjadi modal dasar bagi PT. Dirgantara Indonesia untuk membuat pesawat tempur sendiri kelak dikemudian hari.

Jadi untuk teknologi PT DI memang belum mampu untuk membuat secara mandiri. Selain ini butuh modal besar untuk melakukan riset sendiri namun jika besama korea maka teknologi kita akan dapatkan dengan sendirinya dan kelak dapat dikembangkan lagi untuk membuat pesawat tempur ciptaan sendiri.
Continue Reading...

Rabu, 28 Desember 2011

CN-235 MPA ketiga Korean National Guard diserahkan

Korean National Guard menerima pesawat CN-235 Maritme Patrol Aircraft  ketiga dari hanggar produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), di Bandung, Jumat. Total pesanan pesawat intai maritim menengah dari Korea Selatan itu sebanyak empat unit dengan total nilai kontrak sekitar 94 juta dolar Amerika Serikat.

"Sebelum pesawat CN-235 MPA yang ketiga ini diterbangkan ke Korea Selatan, pesawat telah menjalani serangkaian pengujian sesuai prosedur yang berlaku serta telah menjalani uji penerimaan," kata Direktur Aircraft Integration PTDI, Budiman Saleh.

Korea Selatan sebetulnya memiliki sendiri industri pesawat terbang yang cukup mumpuni di kelas dunia. Namun telah beberapa kali negara itu mempercayakan keperluan pesawat terbangnya kepada PT Dirgantara Indonesia. Ini menjadi bukti keampuhan produk dalam negeri Indonesia dengan harga bersaing di tingkat internasional.

Korea Selatan sejak 1994 tercatat telah menggunakan dua skuadron pesawat CN-235 untuk memperkuat angkatan udaranya.

"Kepercayaan ini tentu harus dipelihara terus agar PTDI memperoleh kontrak-kontrak berikutnya, bukan hanya dari Pemerintah Korea Selatan, melainkan juga dari pelanggan-pelanggan lain yang memang membutuhkan pesawat sekelas CN-235," ujarnya.

Saleh menjelaskan, pesawat CN-235 MPA untuk Korean National Guard pertama dan ke dua telah diserahkan pada Mei 2011, sedangkan untuk pesawat yang keempat akan diserahkan pada kuartal pertama tahun 2012. Kontrak jual beli pesawat KCG ini ditandatangani pada Desember 2008 lalu.

Spesifikasi khusus CN-235 MPA antara lain dilengkapi instrumen radar khusus, forward looking infra red (FLIR-penjejak berbasis infra merah tinjauan bawah), ESM, instrumen identification friend or foe (IFF-pengenal wahana kawan atau musuh), navigasi taktik, sistem komputer taktis, kamera pengintai udara, dan beberapa yang lain. Dua mesin CT7-9C yang masing-masing berkekuatan 1.750 daya kuda dipasang di kedua pilon mesin di bentang sayapnya.

Secara fisik, CN-235 MPA ini berukuran lebih panjang dan memiliki struktur lebih kuat ketimbang seri sipil CN-235. Di bagian hidung di bawah jendela kokpit, terdapat tonjolan berisikan berbagai instrumen khusus itu. Struktur pesawat terbang juga diperkuat karena operasionalisasi CN-235 MPA lebih dominan di wilayah maritim yang berpotensi korosif terhadap metal penyusun pesawat terbang itu.

Secara khusus, Saleh bersyukur dan gembira bahwa restrukturisasi bisnis di lingkungan PTDI terus berjalan. Program restrukturisasi bisnis tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.

Melalui upaya restrukturisasi itu PTDI terus mengembangkan dan mempertahankan lini CN-235, kelompok Aircraft Services, dan kelompok Manufacturing Services.

Selain itu PTDI juga terus mencari mitra strategis untuk lini N250, NC-212, Helikopter, dan kelompok Engineering Services, sementara lini usaha pertahanan keamanan dan Advanced Technology Education Center (AT
Continue Reading...

Alangkah Konyolnya Negeri Ini, Mampu Bikin Pesawat Sendiri Namun Membeli ke Negara Lain

Semua turut berduka ketika Pesawat Merpati jatuh di dekat Bandara Kaimana, Papua Barat (7/5).   Kejadian nahas tersebut menewaskan 27 orang penumpang termasuk pilot pesawat tersebut. Namun meninggalkan pertanyaan yang gatal minta dijawab.  Ternyata Pesawat Merpati yang jatuh tersebut adalah Pesawat jenis Xian MA-60 produksi Xi’an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation I (AVIC I). Pesawat produksi tahun 2010 ini bahkan baru 2 (dua) bulan dioperasikan oleh Merpati.
 MA-60
Meskipun Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti S Gumay dan Direktur Utama Merpati, Sardjono Johnny Tjitrokusumo menyatakan pesawat Merpati Nusantara Airlines MA 60 bernomor seri 2807 yang jatuh di Perairan Kaimana, Papua Barat pada Sabtu (7/5), laik mengudara.  Mereka turut dibela oleh Menhub Freddy Numberi yang mengatakan keputusan pembelian pesawat MA-60 buatan China dilakukan setelah melakukan perbandingan persyaratan dengan produk sekelas, Foker buatan AS-Belanda dan CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia.
Itu dia! CN 235. Indonesia PUNYA pesawat sendiri koq membeli ke negara lain?
Padahal Merpati pernah menggunakan 15 unit CN-235 masa pertengahan 1980-an. Semua tahu pembelian pesawat terbang buatan Cina ini pernah ditentang Wakil Presiden Jusuf Kalla pada waktu itu karena MA-60 belum memiliki sertifikat kelaikan terbang yang diterbitkan oleh otoritas penerbangan FAA. Bandingkan dengan CN 235 yang memiliki sertifikasi eropa dan diakui FAA.
Mau tahu salah satu aturan FAA. Pabrikan harus memberi jaminan kualitas bahwa tiap produknya harus mampu “take-off”, terbang dan “landing” sebanyak 100.000 kali tanpa ada gerakan yang akumulasinya bisa membuat sebuah pesawat berubah konstruksinya dan membahayakan keselamatan.
 CN-235
Sebagai gambaran pesawat buatan Rusia yang diadopsi MA-60 memiliki angka kecelakaan 7  kali, dalam sejuta penerbangan yang dilakukan. Sementara pesawat buatan barat, termasuk CN 235, memiliki angka kecelakaan 0,7 banding sejuta penerbangan. Ini berarti sepersepuluhnya.
Lihat  pula yang dilakukan Boeing dalam peristiwa kecelakaan Adam Air di Majene 2008 silam. Boeing langsung memerintahkan pesawat sejenis diseluruh dunia dihentikan pengoperasiannya hingga ditemukannya penyebab.  Tidak demikian halnya dengan MA 60, belasan Merpati MA-60 lainnya masih terus beroperasi.
Slogan CINTAILAH PRODUKSI DALAM NEGERI ternyata omong kosong belaka.  Tambah konyol ketika kita tidak pernah percaya terhadap kemampuan negara sendiri bahkan untuk memberi peluangpun tidak.  Cek negara tetangga Malaysia yang mewajibkan Pejabat Negara menggunakan mobil buatan dalam negeri mereka.
Padahal tak kurang dari 21 negara yang telah menggunakan CN 235 versi militer.  CATAT! Negara lain mempercayai CN 235 untuk menjaga kedaulatan negara mereka.  Mereka berikut ini :
  • Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
  • Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
  • Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
  •  Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
  •  Botswana: Angkatan Udara Botswana
  • Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
  •  Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100)
  • Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
  • Gabon: Angkatan Udara Gabon
  • Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
  • Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
  • Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
  • Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
  • Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
  • Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
  • Panama: Angkatan Udara Panama
  • Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
  •  Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
  •  Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
  • Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 SW /ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
  • Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)
Australia, Singapura dan Malaysia pun sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.
Lalu mengapa kita tidak percaya dan Merpati Indonesia malah membeli 15 unit pesawat Xi’an MA -60 tahun 2005 BUATAN CINA dengan harga Us$234 juta untuk mengganti armada pesawat jenis Fokker dan CN-235 BUATAN INDONESIA yang sudah menua.
Tidak melulu buatan Cina tidak baik.  Tapi coba pertanyakan alasan kita membeli Sepeda Motor Cina, Handphone Cina, TV Cina dan sekarang Pesawat buatan Cina kalau tidak karena harganya yang murah!
SUNGGUH KONYOL!
Continue Reading...

Heboh! Inilah Cetak Biru Desain Pesawat Tempur Indonesia Yang Telah Bocor di Internet?

Para penikmat dan pendukung kemajuan Indonesia tampaknya mulai tidak sabar melihat sebuah kejayaan yang nyata yang dapat ditunjukkan Indonesia, khususnya industri penerbangan.  Bahkan beberapa desain pesawat tempur modern bermunculan di internet agar merangsang “insinyur-insinyur” tidut di PT. DI lebih giat merumuskan dan menelorkan karya-karya besar mereka kepada bangsa.
Ini mungkin ada hubungannya ketika beberapa tahun lalu perusahaan pembuat pesawat Indonesia PT. DI (Dirgantara Indonesia)  & PT. BAEC (Bandung Aerospace Engineering Centre), dikabarkan ingin membuat pesawat tempur yg akan digunakan oleh TNI AU, namun hingga saat ini kabar pembuatannya masih belum jelas.





Namun baru-baru ini secara mengejutkan sebuah model pesawat  dengan  logo TNI AU yg di beri nama Srikandi dan diyakini sebagai rencana proyek PT DI tersebut dilansir oleh sebuah blog.  Benarkah ini cetak biru desain pesawat tempur Indonesia?. Mengapa blog tersbut sekarang ini sudah tidak ada lagi?
Srikandi ini tampak sama besarnya dengan  F-16C / D  Fighting Falcon atau Iranian Shafaq, versi pesawat latihnya kemungkinan menggunakan mesin-13-300 R,  mesin yang sama dipakai oleh MiG-21.  Sedangkan versi  militernya akan menggunakan mesin RD-133, sebuah mesin  varian terbaru dari MiG 29.
Pesawat ini juga sudah dilengkapi peralatan  dengan Fly By Optic system versi mutakhir.  Seluruh jaringan kabel listrik diganti dengan serat optik, meningkatkan efisiensi dan menyederhanakan pemeliharaan serta lebih resistan akibat senjata elektromagnetik berbasis gelombang elektromagnetik.
Kapan ya direalisasikan?
Continue Reading...

Mantaps! 21 Negara Telah Gunakan CN 235 untuk Operasi Militer Mereka

Ditengah krisis kepercayaan terhadap semua produk made-in Indonesia, ternyata banyak negara lain termasuk negara adidaya Amerika Serikat mempercayakan operasi militer mereka pada Pesawat Terbang CN 235. Tak kurang dari 21 negara di dunia yang sedah merasakan kehebatan pesawat Indonesia dan mengakui bahwa CN 235 merupakan pesawat terbaik di kelasnya.
Berikut operator militer yang menggunakan CN 235 :
  •     Botswana Air Force
  •     Tentera Udara Diraja Brunei (1)
  •     Chilean Air Force
  •     Colombian Air Force
  •     Ecuadorian Air Force
  •     French Air Force
  •     Gabonese Air Force
  •     Irish Air Corps (2 x CN235MP)
  •     Tentera Udara Diraja Malaysia (8 x CN235-220)
  •     Moroccan Air Force
  •     Pakistan Air Force (4 x CN235-220)
  •     Panama
  •     Papua New Guinea
  •     Royal Saudi Air Force
  •     South African Air Force
  •     South Korean Air Force (20)
  •     Thai Air Force (10 dipesan dari IPTN/DI)
  •     TNI AU
  •     Turkish Air Force
  •     UAE Navy
  •     Amerika Serikat: U.S. Coast Guard sebagai HC-144A untuk program Medium Range Surveillance Maritime Patrol   Aircraft (MRSMPA)
CN-235 adalah pesawat terbang hasil kerja sama antara IPTN atau Industri Pesawat Terbang Indonesia (sekarang PT.DI) dengan CASA dari Spanyol. Kerja sama kedua negara dimulai sejak tahun 1980 dan purwarupa milik Spanyol pertama kali terbang pada tanggal 11 November 1983, sedangkan purwarupa milik Indonesia terbang pertama kali pada tanggal 30 Desember 1983. Produksi di kedua negara di mulai pada tanggal Desember 1986. Varian pertama adalah CN-235 Series 10 dan varian peningkatan CN-235 Seri 100/110 yang menggunakan dua mesin General Electric CT7-9C berdaya 1750 shp bukan jenis CT7-7A berdaya 1700 shp pada model sebelumnya.
Semoga kepercayaan yang diberikan oleh negara lain dapat berimbas dengan lebih mencintai produk dalam negeri seperti yang selama ini digembar-gemborkan ….
Continue Reading...

Rabu, 30 Maret 2011

Semen Padang Bekuk Persijap Jepara

Lanjutan Liga Super Indonesia di Gor H. Agus Salim, Padang, Sumatera Barat. Tak ada perlawanan berarti dari Persijap Jepara, M. Yasir Samsudin harus memungut bola tiga kali dalam gawang. Sampai wasit Jerry Eli meniup peluit terakhir kedudukan 3-0 untuk Semen Padang, Rabu (30/3/2011).

Baru delapan menit pertandingan dimulai, M. Rizal gelandang Semen Padang yang menggantikan posisi Vendry Mofu yang mengalami cendera mengoyak gawang Persip Jepara. Gol ini tercipta setelah umpan silang dari kapten Semen Padang Ellie Aiboy yang menendang dari bagian kanan pertahanan Persijap Jepara ke arah Esteban Vizcara yang berada di posisi pertahanan lawan bagian kiri, Esteban mengumpan ke arah M. Rizal yang berada di kotak finalti dengan tendangan keras bola, gol pun tercipta.

Babak pertama ini sebenarnya berpeluang besar Semen Padang mencetak gol lebih banyak namun bola selalu dimentahkan kiper Persijap Jepara dan kadang bola melambung tinggi di atas gawang, seperti di menit 9 Edwar Wilson Junior yang berduet dengan Saktiawan Sinaga nyaris membobol bola ke gawang M. Yasir Samsudin. Namun bola yang diumpankan Edu panggilan akrab Edar Wilson Junior ke arah Saktiawan Sinaga bola keburu ditangkap Yasir.

Tak hanya itu pemain Persijab Jepara Riski Nopriansyah pada menit 11 membalas serangan, ia mencoba memanfaatkan umpan dari Kasiadi namun bola yang ditendang ke gawang Semen Padang yang dikawal Samsidar meleset tipis di atas mistar gawang.

Semakin lama laganya semakin keras permainnya, di menit ke 24 wasit mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Persijap Jepara Catur Bintang setelah menekel kaki Esteban Vizcara di tengah lapangan.

Pada menit 26 Edu berpeluang emas untuk mencetak gol ke gawang Persijap Jepara, peluang emas ini terjadi setelah ia berhasil mengecoh dua bek Persijap Evaldo Silva dan Kasiadi, sayang bola terlalu cepat melaju kearah gawang sehingga bisa diselamatkan kiper M. Yasir Samsudin.

Namun pada menit ke 29 pemain Semen Padang M. Rizal dihadiahi kartu setelah menghadang pemain Persip Jepara Anggo Julian di lapangan bagian kiri. Sampai berkahir babak pertama kedudukan masih 1-0 untuk Semen Padang.

Pada babak kedua di menit 48 berkat umpan Elli Aiboy dari sayap kanan Persijap Jepara disempurnakan Saktiawan Sinaga yang berada di tengah kotak pertahanan lawan.

Namun di menit 53 Semen Padang harus bermain 10 orang karena M. Rizal pencetak gol pertama untuk Semen Padang harus keluar setelah ia mendapat akumulasi kartu kuning. Pelanggaran ini terjadi ketiga bola ditepis dengan tangan kanan mengarah ke gawang Persijap Jepara wasit yang melihat ulah M. Rizal langsung memberikan kartu kuning kedua.

Di menit ke 64 pemain Persijap Jepara Evaldo Silva menerima kartu kuning dari wasit setelah menarik baju Edu saat melakukan penyerangan ke gawang kiri Persijap. Di menit 70 wasit kembali menghadiahi kartu kuning untuk Jose Sebastian karena sebelum wasit meniupkan peluit sudah melakukan tendangan bebas ke gawang Samsidar.

Gol ketiga tercipta untuk Semen Padang terjadi pada menit 84 setelah Davi Pagbe bek Semen Padang maju menyerang, dengan umpan dari bek Semen Padang tersebut sebelah kiri pertahanan Persip Jepara disempurnakan Edu mengoyak gawan Persijap Jepara. Gol ini tercipta dimana posisi Edu tidak dikawan pemain Persijap Jepara.

Dua menit berikutnya Semen Padang kembali membobok gawang Persijap Jepara lewat Suhedi Daud yang masuk pengganti Saktiawan Sinaga sayang gol yang tercipta tersebut dianulir wasit karena Suheri Daud dalam posisi offiside. Sampai wasit meniupkan peluit kedudukan menjadi 3-0 untuk Semen Padang.
Continue Reading...

Jumat, 21 Mei 2010

Polres Tanahdatar Kantongi Nama Pembakar Istano Silinduang Bulan



Kapolres Tanahdatar AKBP Teguh Trisasongko mengatakan pihaknya sudang mengantongi nama-nama yang diduga telah sengaja melakukan pembakaran Istano Silinduang Bulan, Minggu (21/3) pukul 01.20 WIB lalu.
"Setelah hasil Labfor keluar, dan dinyatakan kuat dugaan bahwa Istano Silinduang Bulan sengaja dibakar, maka kita langsung membuat tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Tim sudah turun ke lapangan dan beberapa nama sudah kita kantongi," ungkap Teguh, Selasa (18/5) di Pagaruyung.
Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Indra Rusdi ini, belum bersedia mengungkapkan nama-nama pembakar Istano kebanggaan masyarakat Tanahdatar tersebut.
"Karena ini masih dalam penyelidikan, kita belum dapat mengungkapkan di media, nanti timbul fitnah. Namun dalam waktu dekat nama-nama mereka akan kita buka," tegas Kapolres.
Ia menyebut asal api yang menghanguskan Istano Silinduang Bulan berasal dari lima titik api di tiang-tiang rumah gadang. Hasil Tim Labfor Polda Sumut tidak menyebutkan api yang cepat melalap dinding Istano disebabkan minyak tanah atau bensin.
Mantan Kapolres Mentawai ini menambahkan beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Kesaksian mereka baru sebatas proses kejadian terbakarnya Istano, orang-orang yang dekat dengan kerabat Kerajaan Pagaruyung serta mereka yang juga punya konflik seputar penobatan Pewaris Kerajaan Pagaruyung.
Sebelumnya, Tim Laboratorium Forensik Polri telah melakukan pemeriksaan di 12 titik di lokasi kebakaran Istano Si Linduang Bulan. Beberapa sampel seperti abu, arang, dan kabel listrik sudah dibawa Labfor Polda Sumut.
Ketua Tim Labfor Polri AKBP Sodiq Pratomo, SSi.MSi menyebut penyebab kebakaran bisa dari alam, listrik, bahan kimia, mikrobiologi, dan api terbuka seperti kelalaian dan kesengajaan.
Waktu itu Sodiq menyebut sumber api yang melalap Istano Si Linduang Bulan bukan berasal dari alam seperti petir dan bahan kimia.
Tim Labfor selain melakukan identifikasi lokasi, juga meminta keterangan kepada empat orang saksi yang melihat kebakaran tersebut terjadi yaitu, Rismawati, Hendri, Zul, dan Puti Reno Raudha Thaib.
Kebakaran Istano Si Linduang Bulan sudah yang keempat kalinya. Kebakaran pertama pada tahun 1569, kemudian tahun 1808, 1961, dan saat ini 2010.

Disebutkan, kebakaran yang terjadi sekitar Minggu hanya menghanguskan perlengkapan upacara kebesaran, makan, dulang, carano, duplikat silsilah dan ranji limbago, sedangkan benda-benda cagar budaya tidak terbakar.
Istano Si Linduang Bulan mulai diresmikan pemakaian pada 21 Desember 1989 oleh Pucuak Limbago Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyung dan Niniak Mamak Nagari Pagaruyuang. Sedang secara pemerintahan diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi RI Soesilo Soedarman pada 23 Desember 1989.
Arsitek dan perancang bangun rumah gadang Istano adalah Ir. Syahrizal, Lulusan Fakultas Teknik Universitas Bung Hatta Padang (saat ini menjabat Sekretaris Dinas PU Kota Pariaman), yang membuat gonjong Malin Kayo, membuat ukiran Mak Uniang Syamsuar Hamid (alm).
Luas areal komplek Istano Si Linduang Bulan 0,5 Ha, ukuran rumah gadang Istano 28 x 18 meter, jumlah gonjong 7 buah, rangkiang 2 buah dengan nama Sibayau-bayau dan Sitinjau Lauik.
Pembangunannya dibantu dana H. Amunizal Amin Dt. Rajo Batuah, Azwar Anas Dt Rajo Sulaiman, dan Raja Negeri Sembilan Tuanku Ja'far. Sedangkan gagasan pembangunan dari dunsanak Malaysia yakni Tansri Dt. Raja Khalid dan Raja Syahminan.(Sumber Antara Sumbar)
Continue Reading...
Designed by: Ariefortuna's Zone
 

Ariefortuna Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ariefortuna for ariefortuna's Zone